"SELAMAT DATANG DI 96.5 RAMALOKA FM SERANG "Sobat Anda Disegala Suasana"

Ramaloka FM Serang: Tempat Wisata
Artikel Terbaru :
/>

Latest Post

Showing posts with label Tempat Wisata. Show all posts
Showing posts with label Tempat Wisata. Show all posts

Baduy OutBound

Dalam era globalisasi, keadaan sosial dan ekonomi telah mengalami perubahan besar, dengan pesatnya perkembangan pembangunan disegala bidang usaha, khususnya di Banten. Dunia usahapun dihadapkan pada tantangan baru untuk memenuhi tuntutan atas perubahan ini. Namun seiring dengan perkembangan tersebut, untuk menghadapi Era Kompetitif dimana persaingan semakin ketat.

Sukses adalah sebuah perjalanan dan bukan akhir dari suatu perjalanan. Sukses itu 99% sikap mental. Ia menghadirkan cinta, gembira, optimisme, percaya diri, kebanggaan, kebahagiaan,kesetiaan, imajinasi, inisiatif, toleransi, kejujuran, kerendahan hati, sabar dan semangat mengabdi yang tinggi dalam hidup. kami mendirikan " Baduy Out Bound" dalam rangka berusaha untuk berperan aktif dalam memenuhi kebutuhan pasar sejalan dengan perkembangan objek wisata, dengan memberikan jasa-jasa yang memiliki nilai tambah kepada para pelanggan dan pihak-pihak lainnya yang berkepentingan.

Dibawah bendera PT. Bisnis Banten "Baduy Out Bound" saat ini sedang dalam masa proses pembangunan yang diharapkan bulan Desember mendatang akan segera bisa dioperasikan.Untuk menjalankan Visi dan Misi perusahaan, semua usaha yang kami lakukan ini didasarkan pada nilai-nilai yang kami pegang teguh dalam memberikan target kepuasan kepada pelanggan.

Dukungan sumber daya dan jaringan kerja yang kami miliki merupakan potensi dan kemampuan untuk menghadapi tantangan ini dengan baik dan benar. Melalui jaringan kerja ini,kami juga dapat memberikan pelayanan yang optimal bagi para pelanggan. Adalah sebuah tekad dan itikad yang benar, kami senantiasa memberikan upaya yang terbaik bagi kepuasan total para pelanggan.

Banyak pakar psikologi dan pendidikan yang menyatakan bahwa outbound sebagai sebuah metode pembelajaran sangat efektif dalam memenuhi kebutuhan atau tuntunan terhadap hasil pelatihan untuk tujuan tertentu.Metode outbound dipercaya bukan hanya merupakan sebuah tren dalam metode pelatihan, namun telah dikaji sebuah metode yang paling efektif dalam mengakomodasi kebutuhan tuntutan terhadap hasil suatu pelatihan.

Banyak pula yang menganggap, bahwa meyakini metode ini efektif dalam membangun pemahaman terhadap suatu konsep dan membangun prilaku. Itulah alasannya mangapa dalam quantum learning,metode ini menjadi metode andalan didalam belajar dan terbukti berhasil.
Lalu, kenapa kami menamakan dengan sebutan "Baduy Out Bound"..? Owner Visioner, begitulah kami menyebutnya. Jadi, konsep yang dibangun dalam Out Bound ini dipadukan dengan konsep Education Culture of Baduy itu sendiri, sehingga diharapkan para pengunjung dapat menikmati dan mempelajari kebudayaan baduy tanpa harus ke kawasan baduy. Baduy Outbound berlokasi di Jl.Raya Serang Pendeglang KM 14 Kp.Pasir Kidul,Desa Sukamanah Baros Serang.

Tapi rasa-rasanya kalau belum ke Baduy memang rasanya kurang lengkap, jangan khawatir kami juga tetap menyediakan paket perjalanan ke Baduy. Selebihnya, konsep ini dibuat agar pengunjung dapat merasakan suasana ketika berada diwilayah Baduy.

Baduy Outbound memiliki keunggulan-keunggulan view yang sangat indah untuk dinikmati
sebagai panorama alam.

Indah bukan...? Kenikmatan akan lebih terasa ketika bersantai di Cafe Baduy Outbound dengan ditemani oleh secangkir Kopi khas Baduy Outbound namanya "Kopi Gunung Karang" yang pohon kopinya tumbuh di batu karang dengan benih yang berasal dari kotoran sero (Luwak), kualitasnya sangat luar biasa, aroma khas yang terpancar membuat nikmat peminumnya lupa akan segala permasalahan,yang terbesit dibenaknya hanyalah solusi.

Anda penasaran??? silahkan kunjungi juga http://baduyoutbound.com/


Keindahan Pantai Bagedur

Keindahan hamparan pasir yang bersatu dengan kegagahan deburan ombak, itulah pantai Bagedur. Pantai ini terletak di kecamatan Malingping, kabupaten Lebak, Banten. Jaraknya tidak jauh dari Kota Rangkasbitung, hanya sekitar 115 Km. 
Ada beberapa rute yang bisa pengunjung tempuh untuk berkunjung ke bagedur, banten. Ingin lebih cepat bisa menggunakan rute Rangkasbitung – Gunung Kencana – Malingping. 
Atau jika kalian berasal dari Jakarta, bisa menggunakan rute melalui Tol Jakarta – Merak. 

Lalu keluar di pintu Tol Serang Timur dan melanjutkan perjalanan menuju Pandeglang – Saketi – Malingping. Kalo melalui Bogor, bisa juga melalui rute Cibadak – Pelabuhan Ratu – Bayah – Malimping. Banyak sekali rute menuju pantai bagedur ini.
Pesisir pantai bagedur sangat istimewa, memiliki panjang pantai hingga kurang lebih 10 km dan lepar pantai mencapai 50 meter. Karakter pantai yang landai dan pasir pantai yang padat membuat pantai ini bisa ditelusuri menggunakan kendaraan bermotor, baik roda empat ataupun dua. Bahkan pantai ini sering digunakan untuk rally motor. Pengunjung bisa langsung membawa kendaraan pribadi menuju pinggi pantai, sambil menikmatik keindahan ombak di pantai selatan. Area pantai yang luas bisa dijadikan sebagai arena bermain anak. Orang tua bisa dengan tenang untuk mengawasi anaknya karena areanya cukup luas dan tidak berbatu karang. Di pinggir pantai juga banyak warung makan yang menyediakan beragam kuliner laut.
Bagedur berbeda sekali dengan pantai lainnya yang berada di banten seperti Carita, Pantai Anyer, dan Tanjung Lesung, karena di pantai ini tidak terdapat penyewaan permainan air seperti Banana Boat, Jet Ski atau melakukan Snorkeling dan aktivitas air lainnya. Namun Pantai Bagedur ini memiliki ombak yang tidak begitu tinggi, sehingga saat cocok untuk berenang. Pantai ini juga masih belum dikenal banyak orang, sehingga kondisi pantai ini sangat bersih dan masih terlihat alami. Bahkan jika kita melihat pasir pantai di Bagedur, kita akan sulit menemukan sampah yang mengotori pantai.

Sumber : http://www.pantai.org/jawa/pantai-bagedur-malingping

Curug Gendang

Curug Gendang merupakan tempat yang cukup bersejarah bagi perjuangan bangsa pada masa penjajahan Belanda dahulu.

Menurut cerita orang-orang sekitar, Tempat Wisata Alam (TWA) yang saat ini banyak dikunjungi wisatawan baik lokal maupun mancanegara ini sempat dipakai sebagai wilayah persembunyian para pahlawan saat peperangan.






Curug Gendang berada di daerah Kecamatan Carita kabupaten Pandeglang, Banten, Indonesia. Air Terjun Curug Gendang memiliki tinggi 7 Meter luas 10 meter dengan kedalaman 13 meter dan berada di ketinggian 170 meter di atas permukaan laut.

Curug merupakan bahasa Sunda yang berarti Air Terjun sedangkan Gendang merupakan alat musik tradisional yang ditabuh dengan tangan kosong seperti Drum pada alat musik modern yang ditabuh dengan stik (tongkat kecil). Curug Gendang asalnya bernama Curug Citajur, karena suaranya mirip alat musik tradisional Gendang maka kemudian masyarakat sekitar menyebutnya Curug Gendang.

Dari jalan raya Carita, dengan jarak 2 kilometer untuk menuju Curug Gendang, diperlukan waktu sekitar 30 menit berkendaraan. Tapi kemudian kendaraan harus ditinggalkan di area parkir dan pengunjung yang ingin menikmati jernihnya air Curug Gendang mesti rela ber-off-road ria alias berjalan kaki. Hati-hati, jalan setapak yang ditempuh berbatu juga licin, karena kelembaban hutan dataran rendah yang selalu membasahi jalan.

Sekitar satu kilometer perjalanan berliku, menanjak dan menurun menuju lokasi akan menjadi pengalaman penjelajahan tersendiri karena sepanjang perjalanan pengunjung bisa menikmati indahnya pemandangan yang terhampar.

Berbagai macam tanaman yang tumbuh liar, seperti pohon durian dan sebagainya membawa suasan sejuk yang alami. Kicauan suara burung juga aneka satwa seperti monyet yang berkeliaran juga memberi kesan keasrian lokasi Curug Gendang.

Tidak hanya itu, jalan setapak di antara punggung-punggung gunung di pinggir jurang menuju curug juga memberikan pemandangan lautan yang terbentang luas, hijaunya pepohonan di kaki bukit bahkan Gunung Krakatau yang tampak dikejauhan. Panorama alam yang patut diabadikan.

Tiba di lokasi, gemuruh dan percikan Air Terjun Curug Gendang mulai menyapa. Jernihnya air membuat siapapun pengunjung ingin segera menikmatinya dengan merendamkan kedua kaki setelah penat berjalan.
  
Airnya terasa dingin dan menyejukkan. Ingin dilanjutkan dengan merendam seluruh tubuh atau mandi? ada anak-anak kampung yang juga berkunjung ke Curug Gendang.



Kita akan menyaksikan atraksi gratis dari mereka yakni terjun bebas dan berenang di bawah Air Terjun. Mereka sangat pandai melakukan itu.

Di sekitar lokasi Air Terjun juga tersedia areal yang kerap kali digunakan pengunjung untuk berkemah dengan hanya membayar Rp.10.000 per orang untuk satu malam. Bagi mereka yang ingin merasakan petualangan di alam luar, menginap di lokasi Curug Gendang patut dicoba.

Sumber : http://id.wikipedia.org

Melongok Kehidupan Suku Baduy - Banten

Provinsi Banten memiliki masyarakat tradisional yang masih memegang teguh adat tradisi yaitu Suku Baduy. Suku Baduy mendiami kawasan Pegunungan Keundeng, tepatnya di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten.
 
Masyarakat Baduy memiliki tanah adat kurang lebih sekitar 5.108 hektar yang terletak di Pegunungan Keundeng. Mereka memiliki prinsip hidup cinta damai, tidak mau berkonflik dan taat pada tradisi lama serta hukum adat.



Kadang kala suku Baduy juga menyebut dirinya sebagai orang Kanekes, karena berada di Desa Kanekes. Mereka berada di wilayah Kecamatan Leuwidamar. Perkampungan mereka berada di sekitar aliran sungai Ciujung dan Cikanekes di Pegunungan Keundeng. Atau sekitar 172 km sebelah barat ibukota Jakarta dan 65 km sebelah selatan ibu kota Serang.

Masyarakat suku Baduy sendiri terbagi dalam dua kelompok. Kelompok terbesar disebut dengan Baduy Luar atau Urang Panamping yang tinggal disebelah utara Kanekes. Mereka berjumlah sekitar 7 ribuan yang menempati 28 kampung dan 8 anak kampung. Sementara di bagian selatannya dihuni masyarakat Baduy Dalam atau Urang Tangtu. Diperkirakan mereka berjumlah 800an orang yang tersebar di Kampung Cikeusik, Cibeo dan Cikartawana.

Kedua kelompok ini memang memiliki ciri yang beda. Bila Baduy Dalam menyebut Baduy Luar dengan sebutan Urang Kaluaran, sebaliknya Badui Luar menyebut Badui Dalam dengan panggilan Urang Girang atau Urang Kejeroan. Ciri lainnya, pakaian yang biasa dikenakan Baduy Dalam lebih didominasi berwarna putih-putih. Sedangkan, Baduy Luar lebih banyak mengenakan pakaian hitam dengan ikat kepala bercorak batik warna biru.

Dalam memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari, masyarakat yang memiliki konsep inti kesederhanaan ini belum pernah mengharapkan bantuan dari luar. Mereka secara mandiri dengan cara bercocok tanam dan berladang. Selain itu mereka menjual hasil kerajinan seperti Koja dan Jarog(tas yang terbuat dari kulit kayu), tenunan berupa selendang, baju, celana, ikat kepala, sarung, golok, parang dan berburu.
 
Masyarakat Baduy sangat taat pada pimpinan yang tertinggi yang disebut Puun. Puun ini bertugas sebagai pengendali hukum adat dan tatanan kehidupan masyarakat yang menganut ajaran Sunda Wiwitan peninggalan nenek moyangnya. Setiap kampung di Baduy Dalam dipimpin oleh seorang Puun, yang tidak boleh meninggalkan kampungnya. Pucuk pimpinan adat dipimpin oleh Puun Tri Tunggal, yaitu Puun Sadi di Kampung Cikeusik, Puun Janteu
di Kampung Cibeo dan Puun Kiteu di Cikartawana.

Sedangkan wakilnya pimpinan adat ini disebut Jaro Tangtu yang berfungsi sebagai juru bicara dengan pemerintahan desa, pemerintah daerah atau pemerintah pusat. Di Baduy Luar sendiri mengenal sistem pemerintahan kepala desa yang disebut Jaro Pamerentah yang dibantu Jaro Tanggungan, Tanggungan dan Baris Kokolot.

Keberadaan masyarakat Baduy sendiri sering dikaitkan dengan Kerajaan Sunda (Pajajaran) di abad 15 dan 16. Saat itu, kerajaan Pajajaran yang berlokasi di Bogor memiliki pelabuhan dagang besar di Banten, termasuk alamnya perlu diamankan. Nah, tugas pengamanan ini dilakukan oleh pasukan khusus untuk mengelola kawasan berhutan lebat dan berbukit di wilayah Gunung Kendeng tersebut. Keberadaan pasukan ini yang diyakini sebagai cikal bakal suku Baduy.

Ada pula yang mempercayai awal kebedaraan suku Baduy, merupakan sisa-sisa pasukan Pajajaran yang setia pada Prabu Siliwangi. Mereka melarikan diri dari kejaran pasukan Sultan Banten dan Cirebon. Namun pada akhirnya, mereka dilindungi Kesultanan Banten dan diberi otonomi khusus.

Sumber : http://ekspresi-diri.blogspot.com

Curug Cigumawang

Curug Cigumawang memiliki ketinggian terjunan air sekitar 40 m.  Sumber mata air Curug Cigumawang berasal dari Gunung Buntu.  Di pusat sumber mata air ini terdapat batu besar yang menutupi sumber air tersebut sehingga membentuk aliran sungai kecil yang mengalir disebelah kanan curug tersebut. Di lokasi curug ini sering digunakan untuk kegiatan panjat tebing, perkemahan dan outbound.

Curug Cigumawang berada di daerah Padarincang, kabupaten Serang.  Jalan menuju curug itu bisa diakses menggunakan sepeda motor (masuk melalui Pasar Padarincang) kemudian dilanjutkan dengan  berjalan kaki melalui pematang sawah, kebun dan menyebrangi sungai dengan jarak tempuh kurang lebih 1 Km. 

Medannya tidak terlalu berat namun harus berbasah-basahan ketika menyebrangi sungai.

Tiket masuk area air terjun untuk saat ini dipatok dengan harga cukup murah Rp 2500 per orang, dimana pos-nya berada kira-kira di tengah perjalanan menuju air terjun.   Di lokasi tersebut ada 2 air terjun yang jaraknya berdekatan, tingginya lumayan. Bisa dipergunakan untuk mandi-mandi, sayang pada musim sekarang ini airnya agak keruh sehingga air terjun hanya bisa dipandang mata saja.

Di sekeliling lokasi air terjun terdapat beberapa warung, mushola dan toilet yang semuanya dalam kondisi yang kurang terawat.  Dari laporan pandangan mata dapat disimpulkan bahwa pemerintah kabupaten Serang tidak menggarap obyek wisata ini dengan baik.  Terbukti dengan akses jalan tanah menuju lokasi dan ketiadaan lokasi parkir untuk pengunjung yang datang. Untuk saat ini tempat parkir disediakan untuk motor oleh penduduk sekitar dan dikelola secara sendiri-sendiri menggunakan area halaman rumah warga yang seadanya.

Petunjuk menuju area wisata juga tidak ada sehingga pengunjung harus rajin bertanya kepada penduduk sekitar untuk mengetahui keberadaan lokasi air terjun tersebut.  Bila Pemda setempat mau, saya yakin Curug Cigumawang bisa dijadikan sebuah objek wisata andalan Banten bukan cuma mengandalkan objek wisata pantai seperti selama ini.

























Sumber : http://farida-hartati.blogspot.com/2009/03/curug-cigumawang-sebuah-potensi-yang.html

Benteng Speelwijk Serang

Lokasi Benteng Speelwijk berada di daerah Banten Lama, Serang, tepat diseberang Vihara Avalokitesvara, hanya dipisahkan oleh sebuah sungai yang hampir mati karena dangkalnya. Anda akan melihat sisi Benteng Speelwijk ini saat menuju ke Vihara.

Benteng Speelwijk merupakan salah satu tanda yang tersisa tentang pendudukan tentara kolonial Belanda di Banten, selain bekas Istana Surosowan yang dihancurkan rata dengan tanah oleh tentara-tentara bayaran Daendels.


Tidak sebagaimana reruntuhan Istana Surosowan yang digembok, jalan masuk ke Benteng Speelwijk terbuka luas bagi para pengunjung yang berkeinginan untuk menjelajahinya.

Sungai yang kini nyaris mati di dekat Benteng Speelwijk itu dulu pernah bisa dilewati kapal. Menurut cerita orang setempat, sungai itu pernah dikeruk sebanyak tiga kali, namun tampaknya laju pendangkalannya sangat cepat. Tentu akan sangat baik jika sungai itu bisa dihidupkan kembali.

Tinggi dinding Benteng Speelwijk tampaknya tidak kurang dari 5 meter, dengan pintu masuk yang kecil di setiap sisinya, yang membuat penyerbu akan sulit untuk memasukinya.

Namun kenyataan bahwa Benteng Speelwijk yang kuat itu kini tinggal reruntuhan telah membuktikan bahwa tidak ada satu pun yang abadi di dunia ini.


Lebar dinding Benteng Speelwijk itu sekitar 1 meter, lebih sempit dibandingkan dengan dinding benteng Istana Surosowan, namun cukup lebar bagi mereka yang ingin berjalan di atasnya.

Dari menara pengawas di atas Benteng Speelwijk ini penjaga bisa melihat kapal-kapal yang mendekati pantai dari arah Laut Jawa.



Pengunjung bisa berhenti di sungai Karangantu sebelum atau setelah berkunjung ke Benteng Speelwijk.
Sungainya masih berfungsi meskipun endapan lumpur terlihat meninggi di beberap bagian sungai.

Gerbang yang menandai jalan ke pelabuhan Karangantu. Sayang saya tidak menyempatkan pergi ke sana, karena mungkin menarik juga untuk berkunjung ke pelabuhan yang dulunya sangat ramai itu.

 

 

 

Benteng Speelwijk

Desa Banten Kecamatan Kasemen
Kota Serang, Banten
GPS: -6.0306545, 106.1501652
Tidak ada tiket masuk, sumbangan diharapkan.

Akses
Cara tercepat untuk sampai ke Vihara Avalokitesvara adalah melalui tol Jakarta-Merak, keluar di pintu Serang Timur, jalan lurus menyeberangi lampu merah.
Pada pertigaan belok ke kiri masuk ke Jl. Ayip Usman
Sampai di ujung Jl Ayip Usman belok ke kanan masuk ke Jl. Raya Kasemen; ikuti jalan sampai bertemu pasar sebelum sebuah jembatan
Belok ke kiri sebelum jembatan menyusuri tepian sungai; dan belok ke kiri lagi saat bertemu pintu gerbang pelabuhan Karangantu
Di ujung jalan anda akan melihat sisi luar dari Benteng Speelwijk. Anda harus mengeilingi benteng untuk menemukan pintu masuk.

Sumber : http://thearoengbinangproject.com

Rawadano

Rawadano terletak di kabupaten Serang, dan berjarak 101 km dari Jakarta. Kawasan ini merupakan kawasan yang didominasi rawa-rawa, juga terdapat sebuah danau.

Luas kawasan ini sekitar 2.500 ha yang ditumbuhi oleh berbagai jenis pohon. Pulau ini menjadi tempat bersarang bagi aneka jenis binatang reptil, seperti ular dan buaya.





Tidak kurang dari 250 jenis burung bermukim di kawasan ini. Kita dapat mencapai lokasi ini melalui tiga jalur, yaitu;

• Jakarta - Cilegon - Anyer - Rawadano,
• Jakarta - Serang - Padarincang - Rawadano, dan
• Jakarta - Serang - Anyer - Cinangka - Padarincang - Rawadano.

Sumber : http://joko-blog.blogspot.com

Gunung Krakatau

Gunung Krakatau yang terletak di perairan selat Sunda merupakan salah satu gunung yang paling terkenal di dunia, karena letusannya yang dahsyat pada tahun 1883.

Suara letusan terdengar sampai ke kawasan benua Australia, bahkan awan panasnya menyelimuti beberapa kawasan Eropa selama seminggu.




Ledakan dahsyat gunung Krakatau kemudian membentuk anak gunung yang kini dikenal sebagai Anak Krakatau yang muncul ke permukaan pada tahun 1928 yang hingga kini masih tetap aktif.

Berada di selat Sunda, kawasan wisata alam ini mudah dicapai dari pantai Anyer-Carita sekitar satu jam dengan menggunakan perahu motor.

Lokasi wisata ini menawarkan wisata alam seperti misalnya berkemah, berjalan kaki, memancing, dan pemandangan alam laut yang indah.

Sumber : http://joko-blog.blogspot.com

Pulau Umang

Pulau Umang memiliki luas sekitar 5 Ha, dan terletak di kawasan objek wisata pantai Pandeglang, berdekatan dengan kawasan wisata Tanjung Lesung.

Kawasan wisata ini dikelola oleh sebuah perusahaan swasta yang menyediakan berbagai fasilitas rekreasi dan hiburan yang menarik. Di pulau ini, terdapat resort yang ditata dengan sentuhan artistik alami, dilengkapi dengan ruang pertemuan, kafe, spa, pusat bisnis, sunset lounge, klub pantai, kolam renang dan sebagainya.


Selain itu, tersedia fasilitas olahraga dan rekreasi air, jogging track, cross country, lapangan tenis, tempat karaoke, dan lain-lain. Kita dapat menuju ke pulau ini dengan relatif mudah. Perusahaan pengelola kawasan ini menyediakan rental mobil dari Jakarta menuju pulau ini, atau dapat juga dicapai dari kawasan Ujung Kulon.

Sumber : http://joko-blog.blogspot.com

Pulau Dua/Pulau Burung

Daya tarik utama kawasan ini adalah keindahan alam laut berupa gugus karang, berbagai jenis ikan laut, dan tentu saja berbagai jenis burung. Luas kawasan ini sekitar 30 ha.

Setiap tahun antara bulan April dan Agustus, pulau ini dikunjungi oleh beribu-ribu burung dari 60 jenis yang berasal dari berbagai negara. 

Sekitar empat puluh ribu burung-burung tersebut terbang dari benua Australia, Asia, dan Afrika.



Pulau Dua bisa dicapai dengan perahu tradisional atau perahu motor dalam waktu 15 s.d. 30 menit melalui daerah Sawah Luhur, Kasemen.

Di kawasan ini, telah tersedia sarana jaringan listrik, telekomunikasi, dan air bersih.

Sumber : http://joko-blog.blogspot.com

Pantai Tanjung Lesung

Pantai ini memiliki panorama yang indah, alami, berpasir putih dan karang yang unik. Suasana dan kondisi kawasan wisata kabupaten Pandeglang ini cocok untuk kegiatan olah raga air (snorkelling, diving, dan jetsky).

Di bagian utara dari Tanjung Lesung merupakan daerah perbukitan yang tidak begitu curam. Di sini terdapat bagian laut yang menjorok ke pantai dan membentuk seperti danau seluas 12 ha dengan kedalaman 5 m dan dengan kondisi air yang tenang.


Untuk menuju lokasi, kita dapat melalui jalan negara dan jalan propinsi yang mulus. Kawasan wisata ini sudah dilengkapi dengan infrastruktur dan fasilitas penunjang yang memadai, seperti jaringan telekomunikasi dengan fasilitas layanan telekomunikasi interlokal dan internasional, jaringan listrik dan sarana air bersih.

Sumber : http://joko-blog.blogspot.com

Pantai Sawarna

Lanskap keindahan alam terselip menghadap Samudera Hindia. Pantainya berpasir putih, berair biru jernih dan berbukit hijau nan lebat. Panjang pantainya mencapai 65 km dihiasi karang dan pasir putih. Pantai ini adalah pantai terindah dari lima pantai yang dimiliki Provinsi Banten.

Sawarna nama pantainya, berada di sebuah desa pesisir yang memiliki berbagai macam objek wisata menarik untuk dikunjungi seperti pantai, sungai, hutan, panjat tebing, gua, dan agrowisata. Wilayah pesisir indah ini menyatu dengan kisah mistis Nyai Roro Kidul dan ekploitasi batu bara di Bayah dan Lebak oleh penjajah asing.

Banyak orang tidak mengetahui Pantai Sawarna, pantai ini mempunyai pesona yang cukup menarik. Sawarna menyajikan pantai yang landai dan pasir putih. Di sepanjang pantai, terdapat karang besar yang indah, biasanya dikenal dengan nama Tanjung Layar.  Kita juga dapat merasakan serta menyapa beragam ikan hias dan terumbu karang, temukan keindahannya di Pantai Ciantir, Pantai Tanjung Layar, Pantai Karang Bokor, Pantai Karang Seupang, Pantai Karang Taraje, dan Pantai Teluk Legon Pari.

Beberapa Goa disekitar pantai menambah daya tarik pantai ini, goa yang berbeda ukuran dapat Anda kunjungi seperti : Goa Lalay, Goa Sikadir, Goa Cimaul, Goa Singalong, dan Bukit Pasir Tangkil.  Goa di Sawarna merupakan gua karst (batu gamping) yang terbentuk dari masa Miosen awal. Maka dari itu Pantai Sawarna masuk dalam salah satu 7 kategori “The Hidden Paradise’ di Indonesia versi On the Spot trans 7.

Pantai Sawarna dikelilingi oleh lautan, pegunungan, dan persawahan, inilah yang menjadi daya tarik tersendiri untuk wisatawan domestik dan mancanegara. Bagi anda pecinta surfing Pantai Sawarna merupakan tempat yang cocok, banyak pelancong dari mancanegara datang hanya untuk menikmati surfing dengan ombak yang luar biasa besarnya.

Jika ingin ke Sawarna, terdapat harga spesial, untuk penginapan 1 malam dan 3 kali makan yakni Rp 180.000 saat weekend dan Rp 160.000 saat weekdays per orang. Adapun dengan minimal rombongan yaitu 4 orang.

Transportasi

Perjalanan kurang lebih 7 jam dari Jakarta menggunakan mobil minibus.  Ada 2 Jalur menuju ke Sawarna pertama melalui Pelabuhan Ratu dan yang kedua melalui Serang, Banten.

Tips

  • Bulan Maret-Desember adalah saat yang tepat untuk mengunjungi Sawarna karena lautnya tenang dan sempurna untuk tangkapan kamera Anda.
  • Bawalah senter untuk caving di Goa
  • Usahakan membawa sendal gunung, karena disinilah kita bisa menikmati treeking di tengah sawah, pegunungan, dan laut
  • Bawalah sunblock, sunscreen, dan topi, juga kaos yang nyaman untuk cuaca pantai.
  • Hati-hati terhadap laut Pantai Selatan, arus bawah ombak yang menarik kencang

Icon Pantai Sawarna

Beberapa tempat yang harus dikunjungi jika ke Sawarna :
1. Tanjung Layar
Merupakan dua buah karang sangat besar berdiri kokoh menyerupai gapura di atas pantai yang hanya dipisahkan oleh garis dengan langit.

2. Karang Taraje
Merupakan karang yang tinggi dan jika ombak sangat besar, deburnya bisa pecah dan memercik tinggi. Sebagian limpahan airnya mengalir dan jatuh di balik karang. Jika dilihat akan tampak serupa air terjun.

3. Caving Goa Lalay
Caving atau susur goa adalah salah satu olahraga yang diminati pencinta alam. Di Sawarna kalian bisa menikmati olahraga ini menyusuri goa lalay.

Diambil dari berbagai Sumber

Karang Bolong

Pantai Karang Bolong terletak sekitar 50 kilometer dari Serang atau sekitar 140 kilometer dari Jakarta pada ruas jalan utama Anyer-Carita.

Di pantai ini, terdapat sebuah karang besar dengan lubang di tengah berupa gua yang berhadapan langsung ke arah laut lepas.

Lubang tersebut kemungkinan disebabkan oleh letusan gunung Krakatau pada tahun 1883. Di atas batu karang terdapat tempat yang cukup untuk melakukan pengamatan dan juga terdapat hutan kecil tempat beristirahat sambil menikmati pemandangan laut lepas

Sumber : http://joko-blog.blogspot.com

Pantai Carita

Pantai Carita adalah sebuah pantai di pesisir barat provinsi Banten, Indonesia. Pantai ini merupakan obyek pariwisata pantai di Indonesia yang cukup terkenal selain Pantai Anyer, Pantai Karang Bolong dan Pantai Tanjung Lesung.
Pantai Sambolo-Carita, Banten.

Pantai Carita merupakan objek wisata yang terletak di Kabupaten Pandeglang dan telah ditetapkan berdasarkan SK Menteri Pertanian

No.440/kpts/UM/1978 pada tanggal 15 Juli 1978 sebagai Taman Wisata Alam. Pantai ini terkenal dengan pasir pantainya yang putih sehingga membuat kawasan ini sering dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun mancanegara.

Pantai Carita kaya akan sumber daya alamnya. Hamparan tepian yang amat landai dengan ombak laut yang kecil dan lembut menyapu di sepanjang pantai, dipadu dengan pemandangan Gunung Krakatau.
Untuk mencapai tempat ini dapat melalui jalan tol Anyer dan setelah keluar dari tol dapat menyusuri ruas jalan Labuan-Carita menuju Anyer.

Sumber : http://id.wikipedia.org

Pantai Anyer

Pantai Anyer merupakan salah satu objek wisata laut Banten yang terkenal. Tepian pantai Anyer memberikan kesejukan bagi para pengunjungnya.

Beberapa olahraga air juga dapat dilakukan di sini, seperti wind surfing, jetsky, banana speed boating, traditional boating dan lainnya. Setiap tahun, di kawasan ini, diselenggarakan lomba memancing di selat Sunda.

Daya tarik lainnya dari pantai Anyer ini adalah pesona mercusuar yang terletak di tepi jalan raya yang menghubungkan ke berbagai kawasan wisata pantai. Mercusuar Anyer di desa Tambang Ayam, sekitar 35 km dari kota Serang, dibangun pada tahun 1885. Objek wisata ini dilengkapi dengan fasilitas hotel berbintang, rumah makan dan home stay.

Sumber : http://joko-blog.blogspot.com

Taman Nasional Ujung Kulon

Taman Nasional Ujung Kulon terletak di bagian paling barat Pulau Jawa, Indonesia. Kawasan Taman nasional ini juga memasukan wilayah Krakatau dan beberapa pulau kecil disekitarnya seperti Pulau Handeuleum dan Pulau Peucang.

Taman ini mempunyai luas sekitar 1,206 km² (443 km² diantaranya adalah laut), yang dimulai dari tanjung Ujung Kulon sampai dengan Samudera Hindia.




Taman Nasional ini menjadi Taman Nasional pertama yang diresmikan di Indonesia, dan juga sudah diresmikan sebagai salah satu Warisan Dunia yang dilindungi oleh UNESCO pada tahun 1992, karena wilayahnya mencakupi hutan lindung yang sangat luas. Sampai saat ini kurang lebih 50 sampai dengan 60 badak hidup di habitat ini.


Pada awalnya Ujung Kulon adalah daerah pertanian pada beberapa masa sampai akhirnya hancur lebur dan habis seluruh penduduknya ketika Gunung Krakatau meletus pada tanggal 27 Agustus 1883 yang akhirnya mengubahnya kawasan ini kembali menjadi hutan.

Izin untuk masuk ke Taman Nasional ini dapat diperoleh di Kantor Pusat Taman Nasional di Kota Labuan atau Tamanjaya. Penginapan dapat diperoleh di Pulau Handeuleum dan Peucang.

Dari Berbagai Sumber

Masjid Agung Banten

Masjid Agung Banten adalah salah satu masjid tertua di Indonesia yang penuh dengan nilai sejarah. Setiap harinya masjid ini ramai dikunjungi para peziarah yang datang tidak hanya dari Banten dan Jawa Barat, tapi juga dari berbagai daerah di Pulau Jawa.

Masjid Agung Banten terletak di Desa Banten Lama, sekitar 10 km sebelah utara Kota Serang. Masjid ini dibangun pertama kali oleh Sultan Maulana Hasanuddin (1552-1570), sultan pertama dari Kesultanan Banten. Ia adalah putra pertama dari Sunan Gunung Jati.

Salah satu kekhasan yang tampak dari masjid ini adalah atap bangunan utama yang bertumpuk lima, mirip pagoda China yang juga merupakan karya arsitek Cina yang bernama Tjek Ban Tjut. Dua buah serambi yang dibangun kemudian menjadi pelengkap di sisi utara dan selatan bangunan utama.

Di masjid ini juga terdapat kompleks pemakaman sultan-sultan Banten serta keluarganya. Yaitu makam Sultan Maulana Hasanuddin dan istrinya, Sultan Ageng Tirtayasa, dan Sultan Abu Nasir Abdul Qohhar. Sementara di sisi utara serambi selatan terdapat makam Sultan Maulana Muhammad dan Sultan Zainul Abidin, dan lainnya.

Masjid Agung Banten juga memiliki paviliun tambahan yang terletak di sisi selatan bangunan inti Masjid ini. Paviliun dua lantai ini dinamakan Tiyamah. Berbentuk persegi panjang dengan gaya arsitektur Belanda kuno, bangunan ini dirancang oleh seorang arsitek Belanda bernama Hendick Lucasz Cardeel. Biasanya, acara-acara seperti rapat dan kajian Islami dilakukan di sini. Sekarang bangunan ini digunakan sebagai tempat menyimpan barang-barang pusaka.

Menara yang menjadi ciri khas Masjid Banten terletak di sebelah timur masjid. Menara ini terbuat dari batu bata dengan ketinggian kurang lebih 24 meter, diameter bagian bawahnya kurang lebih 10 meter. Untuk mencapai ujung menara, ada 83 buah anak tangga yang harus ditapaki dan melewati lorong yang hanya dapat dilewati oleh satu orang. Pemandangan di sekitar masjid dan perairan lepas pantai dapat terlihat di atas menara, karena jarak antara menara dengan laut yang hanya sekitar 1,5 km.

Dahulu, selain digunakan sebagai tempat mengumandangkan adzan, menara yang juga dibuat oleh Hendick Lucasz Cardeel ini digunakan sebagai tempat menyimpan senjata.

Sumber : http://id.wikipedia.org
 
RAMALOKA FM : Jl. Mayor Syafe'i No. 66B, Serang Banten Tel: +62 254 203936
Copyright © 2011. Ramaloka FM Serang - All Rights Reserved