"SELAMAT DATANG DI 96.5 RAMALOKA FM SERANG "Sobat Anda Disegala Suasana"

Pecel Lele Lela - Ramaloka FM Banten
Artikel Terbaru :
/>
Home » » Pecel Lele Lela

Pecel Lele Lela

Pecel Lele Lela - “Selamat Pagi, Selamat Datang di Pecel Lele Lela” begitulah sapaan yang di ucapkan seluruh karyawan di warung Pecel Lele Lela setiap kali menyambut pengunjung datang. Selalu pagi di Lele Lela, itulah kesan yang timbul saat menikmati hidangan lele (si hitam berkumis yang licin) di warung ini, karena walaupun siang atau malam hari, pengunjung akan tetap di sambut dengan sapaan selamat pagi.

Pecel Lele Lela telah mengantongi penghargaan sebagai usaha mengenalkan lele paling inovatif dari Kementrian Perikanan dan Kelautan RI, sekaligus mendorong peningkatan konsumsi ikan.


Lele yang digunakan sebagai bahan baku di Pecel Lele Lela adalah lele segar yang didatangkan langsung dari peternakan lele yang sudah mempunyai kemitraan dengan Pecel Lele Lela sehingga standarisasi bahan baku tidak diragukan lagi. Rata-rata satu gerai bisa menghabiskan 40-50 kg lele. Ukuran yang digunakan 1kg berisi sekitar enam ekor. 

Jenis lele yang digunakan yaitu lele sangkuriang yang dikembangkan Institut Pertanian Bogor (IPB). Keunggulannya, lele sangkuriang sudah bisa diternakkan di kolam terpal, Patilnya tidak berbahaya bagi tubuh manusia, tulangnya lebih kecil, dan dagingnya lebih kenyal. Selain itu, metode penggorengan ikan lele di Lele Lela menggunakan mesin khusus sehingga dapat menjadi atraksi tersendiri bagi setiap pengunjung yang datang.

Rangga Umara pemilik Pecel Lele Lela memulai usahanya  pada tahun 2006. Dengan modal awal sebesar Rp3 juta, Rangga mulai melakukan inovasi pada ikan lele dan mengenalkan berbagai menu masakan lele kreasinya yang ternyata disukai dan banyak peminatnya. Saat ini Pecel Lele Lela telah mempunyai 23 cabang di Jabodetabek dan Bandung. 

Meskipun baru berusia 31 tahun, Rangga sudah bisa menghasilkan omzet senilai Rp 1,8 miliar per bulan dari usahanya tersebut. Usaha tersebut menurut Rangga dikembangkan melalui tiga cara yaitu milik sendiri, waralaba (franchise), dan joint venture. Setelah berdiri di beberapa kota di Indonesia, Rangga sudah menyiapkan rencana membuka Pecel Lele Lela di Penang, Singapura, dan Jeddah.

Sejarah Pecel Lele Lela

Merek Pecel Lele Lela merupakan singkatan dari Pecel Lele Lebih Laku. Pecel Lele Lela didirikan sejak tahun 2006, berawal dari sebuah ide untuk mengembangkan usaha makanan. Rangga Umara memilih Pecel Lele karena pasarnya yang sudah sangat luas dan sudah dikenal diseluruh Indonesia. Yang terpenting, usaha pecel lele selalu eksis dimana-mana dan tidak pernah mengenal krisis, hal ini disebabkan oleh bahan baku lele yang mudah di dapat dan margin penjualannya yang sangat tinggi.

Pecel Lele Lela sempat mendapat teguran dari Starbucks Coffee (kedai kopi internasional milik Amerika) yang menyatakan keberatan perihal “logo” Pecel Lele Lela yang mirip dengan logo Starbucks, tapi akhirnya masalah tersebut dapat di selesaikan secara damai (Mediasi).
Pecel Lele Lela yang pertama dan satu-satunya memberikan nilai tambah pada usaha pecel lele, sehingga Pecel Lele Lela sangat Optimis dan Yakin Pecel Lele Lela akan menjadi Pionir serta Pemimpin pasar usaha pecel lele modern di Indonesia. Sesuai mottonya, “Bersama Kami PECEL LELE AKAN MENDUNIA”

VISI & MISI

Visi
  • Menjadi Brand Nasional dan Pemimpin pasar usaha pecel lele modern di Indonesia
  • Menjadi Brand Nasional kebanggaan Indonesia, dan memberikaan manfaat yang seluas-luasnya bagi seluruh masyarakat, mitra usaha dan karyawan
  • Membawa makanan tradisional khas Indonesia pada dunia internasional
Misi
  • Menyediakan berbagai variasi produk hidangan lele yang enak dan unik
  • Memberikan kualitas pelayanan yang sangat baik, dengan mengutamakan QSV = Quality, Service & Value
  • Senantiasa berinovasi dan meningkatkan kualitas pelayanan untuk memaksimalkan kepuasan pelanggan dan mitra usaha
Sensasi Makan Lele

Keunikan dan Keistimewaan Pecel Lele Lela dapat dilihat dari varian menu Lele yang disajikan, dan pencitraan warna pada ruangan yang merupakan perpaduan warna hijau cerah dan kuning untuk menciptakan suasana yang “fresh”, juga sapaan “Selamat Pagi” dari seluruh karyawan di Pecel Lele Lela. Selain itu, untuk pengunjung yang bernama Lela (tanpa sambungan apapun) bisa “Makan Gratis Seumur Hidup” di Pecel Lele Lela. Tidak hanya pemilik nama Lela, pengunjung yang sedang berulang tahun juga bisa “Makan Gratis” di Pecel Lele Lela, hanya dengan menunjukan KTP atau Tanda Pengenal lainnya.

Menu yang disajikan di Pecel Lele Lela sangat beragam mulai dari Lele Original (standar sajian pecel lele seperti di warung-warung pinggir jalan), Lele Siram Saus (yaitu lele yang di goreng kering dan di siram beragam pilihan saus), Lele Goreng Tepung, sampai Lele Fillet (Lele tanpa tulang, kepala, dan buntut yang disajikan dengan beragam pilihan sambal/saus/kuah).

Harganya cukup terjangkau untuk setiap porsi menu yang ditawarkan, ditambah dengan rasa dan tampilan menu lele yang istimewa, tak heran banyak pengunjung yang berdatangan. Menu yang menjadi favorit di warung ini adalah Lele Saus Padang (yang terkenal dengan sausnya yang merah menyala, pedas!), Lele Goreng Tepung(kremes) dan ayam bakar madu.

Sangat banyak metode yang dipakai pengusaha buat memikat kehadiran konsumen. Mereka menonjolkan keunikan tertentu buat menanamkan kesan yang kuat di benak pelanggan. Lebih-lebih, bermacam motif promosi serta diskon ikut ditawarkan.
Perhatikan saja metode unik yang ditampilkan Pecel Lele Lela. Pemiliknya tidak sekadar mengandalkan cita rasa masakannya. Tiap pembeli yang memakai nama Lela diberi makan gratis seumur hidup. Bayarnya cukup sambil menunjukkan kartu tanda penduduk (KTP) ke kasir. Jadilah, hidangan aneka rasa ikan lele siap dimakan tanpa harus membayar sepeser pun.

Strategi promosi yang unik inilah yang diterapkan Rangga Umara (32 tahun), pemilik Pecel Lele Lela buat mengikat hati pembeli. Trik ini terbukti efektif buat promosi gratis dari mulut ke mulut. Tiap pembeli yang datang pasti bakal menceritakannya ke keluarga, saudara, serta teman yang mempunyai nama Lela.





“Jadi ada cerita sendiri tiap mampir ke Pecel Lele Lela,” kata Rangga ketika Republika menyambanginya di salah satu outlet Pecel Lele Lela di Jakarta Timur, Rabu (7/12).
Tercatat telah 400 orang yang mempunyai nama Lela yang pernah menikmati pecel lele secara gratis di semua outlet Pecel Lele Lela. Nama “Lela” sendiri adalah akronim mengenai ‘lebih laku’ yang merupakan moto Pecel Lele Lela. Moto yang menjadi semangat untuk selalu optimistis dan berpikir positif dalam mengembangkan bisnis.

Selain yang bernama Lela, pembeli yang tengah berulang tahun pun boleh makan gratis. Cukup menunjukkan KTP. Trik lainnya, Rangga juga membiasakan karyawannya mengucapkan salam selamat pagi kepada para pembeli, tak peduli saat itu waktunya siang, sore, dan malam.

Dengan begitu karyawan dan konsumen selalu termotivasi dan produk yang disediakan selalu segar, seperti segarnya suasana pagi hari. Perlakuan seperti itu membuat pembeli merasakan pengalaman yang berbeda setiap kali makan di sana. “Karena berbeda, kemudian kita dikenal. Pengalaman seperti ini memang sengaja dibangun dan ternyata efektif,” kata Rangga.

Bahkan ketika banyak restoran yang memajang foto artis yang datang, Rangga justru memajang foto-foto pengunjung yang datang ke rumah makannya. Strategi ini terbukti sukses membuat pelanggan betah.

Strategi unik bahkan cenderung berani “rugi” ini ternyata justru mendongkrak
penjualan dan bisnis Pecel Lele Lela. “Prinsipnya memberi manfaat yang sebesar-besarnya, bukan memanfaatkan orang yang sebesar-besarnya. Pasti keuntungan mengikuti,” kata ayah dari dua anak ini.

Rangga memulai bisnis kuliner Pecel Lele Lela sejak Desember 2006 sebelum terkena PHK dari jabatan manajer di sebuah perusahaan. Dengan modal nekat dia membuka usaha sendiri. Awalnya dia bingung mau bisnis apa karena mencoba beberapa usaha kecil-kecilan tetapi selalu gagal.

Dia lantas memutuskan membuka usaha di bidang kuliner. Usaha yang bisa sukses dan bertahan, menurutnya, adalah usaha yang punya spesialisasi. Sehingga, pada usia 27 tahun, Rangga memutuskan berjualan pecel lele, makanan favoritnya sejak kuliah.

Dengan modal Rp 3 juta hasil menjual barang pribadi, seperti telepon genggam, parfum, dan jam tangan, Rangga mulai berjualan pecel lele menempati warung semipermanen berukuran 2×2 meter persegi di pinggir jalan di daerah Pondok Kelapa, Jakarta Timur. Berbeda dari warung pecel lele di kaki lima yang umumnya bertenda biru dan berspanduk putih, warungnya didesain unik.

Tapi awalnya, desain unik tak membantu penjualan. Tiga bulan pertama, hasil penjualan selalu minus. Tak satu pun pembeli datang.  Sampai suatu hari, Rangga memilih pindah tempat yang lebih strategis, masih di daerah yang sama. Bulan pertama buka usaha, mulai tampak hasilnya. Pembeli mulai berdatangan.

Rangga berusaha menonjolkan kelebihan lele yang terletak pada dagingnya yang lembut dan gurih. Untuk menutupi kekurangan tampilan fisik lele yang kurang menarik, lelenya dibaluri tepung lalu digoreng. Menu lele yang disediakan pun makin beragam, antara lain lele goreng tepung, lele fillet kremes, dan lele saus padang. Tiga menu inilah yang menjadi andalan Pecel Lele Lela, bahkan jadi favorit pembeli hingga kini.

Setelah berkali-kali jatuh bangun merintis Pecel Lele Lela, akhirnya Rangga mulai mereguk manisnya madu berbisnis kuliner. Usahanya kian menanjak, terutama setelah banyak orang tertarik menjadi pewaralaba Pecel Lele Lela. Atas permintaan banyak orang, sejak 2009 Pecel Lele Lela mulai diwaralabakan. Meski awalnya permintaan waralaba hanya berasal dari Jabodetabek, kini mulai merambah ke daerah, di antaranya Bandung, Yogyakarta, Karawang, dan Purwokerto.

Saat ini sudah terdapat 42 cabang Pecel Lele Lela di Indonesia dengan omzet mencapai Rp 4,8 miliar dan mempekerjakan 600 karyawan. Di usia yang demikian muda, Rangga berambisi terus mengembangkan bisnis kuliner cepat saji asli Indonesia ini ke seluruh daerah. Bahkan, sudah ada permintaan waralaba dari orang-orang Indonesia yang tinggal di Jeddah, Penang, Kuala Lumpur, dan Singapura. “Nantinya Lela Sedunia bisa makan gratis,” seloroh Rangga.


  














Menu Lele:
  • Lele Goreng Tepung Rp 12.000,-
  • Lele Saus Padang Rp 12.000,-
  • Lele Fillet Lada Hitam Rp 15.000,-
  • Lele Fillet Goreng Tepung Rp 12.000,-
  • Lele Fillet Kuah Tom Yam Rp 15.000,-
  • Lele Original Rp 10.000,-

Menu Lainnya:
  • Ayam Bakar Madu Rp 12.000,-
  • Ayam Saos Padang Rp 12.000,-
  • Cah Kangkung Tauco Rp 6.000,-
  • Tumis Tauge Rp 7.000,-
  • Perkedel Kentang Rp 6.000,-
  • tempe/tahu Rp 1.500,-
  • nasi putih Rp 3.500,-
Ada lagi yang unik di Pecel Lele Lela. Saat makan di Pecel Lele Lela, jangan lupa mengabadikannya dengan kamera. Karena ada program Ekspresi Makan Lele. Di mana, foto yang terpilih akan mendapat hadiah berupa kaos yang juga dipakai oleh para pramusaji di Pecel Lele Lela. Upload foto Anda di Facebook lalu tag ke akun facebook Pecel Lele Lela yang memiliki alamat email pecellelelela@gmail.com.
Saran dan Pengaduan Outlet Pecel Lele Lela: (021) 70 463 463

Berikut Alamat “Pecel Lele Lela” di beberapa wilayah:

Pecel Lele Lela (Pusat)
Jalan Raya Kalimalang Blok A Nomor 5-7
Kali Malang, Jakarta Timur
Telp. (021) 70463463

Pecel Lele Lela
Jl. Raya Serpong
Tangerang, Banten
Telp. (021) 44779888

Pecel Lele Lela
Jl. Rusa Raya No.45
Cikarang Baru
Jababeka

Pecel Lele Lela
Jl. Margonda Raya No. 168
Margonda, Depok
Telp. 62-21-94900578

Pecel Lele Lela
Jl. Jend. Sudirman No.22-6
Bogor, Jawa Barat
Telp. (0251) 970 6060

Pecel Lele Lela
Jl.surya soemantri  17 B
Bandung, Jawa Barat

Pecel Lele Lela
Jl. Kapten Pierre Tendean No. 12D
Mampang Prapatan
Jakarta

Pecel Lele Lela
Jl. Sukabumi No. 11
Karawang
Telp. (0267) 9231921-9027978

Pecel Lele Lela
Jl.KH.A Fatah Hasan No.65
Serang Banten
Telp. (0254) 227 227 

Share this article :
Comments
0 Comments

0 komentar:

Apa Pendapat Sobat ?

Silahkan Sobat Ramaloka FM Berkomentar di sini..!

 
RAMALOKA FM : Jl. Mayor Syafe'i No. 66B, Serang Banten Tel: +62 254 203936
Copyright © 2011. Ramaloka FM Banten - All Rights Reserved