"SELAMAT DATANG DI 96.5 RAMALOKA FM SERANG "Sobat Anda Disegala Suasana"

Ramaloka FM Serang: Kuliner
Artikel Terbaru :
/>

Latest Post

Showing posts with label Kuliner. Show all posts
Showing posts with label Kuliner. Show all posts

Gipang Makanan Khas Banten

Salah satu makanan ringan khas Banten yang cukup populer baik dinikmati sebagai camilan maupun oleh-oleh adalah kue gipang. Makanan ringan yang satu ini konon merupakan salah satu penganan khas Banten yang banyak dijual sebagai oleh-oleh. 

Rasanya renyah, manis, sedikit lengket karena terbuat dari ketan yang dicampur dengan air gula. Mau mencicipinya? 


Boleh dibilang bahan-bahan pembuat kue gipang sangat sederhana. Bahan utama untuk membuatnya adalah beras ketan putih atau ketan merah. Setelah dikukus, ketan lalu didinginkan dan dicuci air bersih lalu ketan pun dijemur hingga kering. Nah, kemudian barulah digoreng dan dicampur dengan air gula sehingga teksturnya khas sedikit lengket saat disantap.

Gipang yang sudah jadi lalu dipotong-potong tipis. Jika dulu gipang tidak memiliki variasi rasa, kini gipang dibuat dalam berbagai varian rasa seperti rasa pandan dan gula merah. Ada pula yang dioles dengan selai kacang diatasnya untuk memberikan rasa yang gurih-gurih enak.

Kini gipang bisa dibilang merupakan penganan yang cukup langka, tak banyak lagi penjual penganan ini di luar kota Serang. Bahkan di Banten sendiri gipang hanya dibuat di industri-industri rumahan di kampung-kampung apalagi menjelang lebaran tiba. Padahal makanan ringan ini memiliki potensi yang sangat besar, sebab selain rasanya enak harga gipang pun sangat terjangkau.

Kalau jalan-jalan ke kota Serang, penjual gipang bisa ditemukan di perempatan Ciceri, gerbang jalan tol Serang Timur, dan Pasar Lama,serta Pasar Rau. Untuk sekantong kue gipang dibandrol dengan harga Rp 10.000,00 - Rp 12.000,00 saja. Sebuah harga yang terbilang murah untuk camilan jadul renyah manis ini!

Sajian Sunda Sambara Serang (Sambara Resto)

Sejarah Sambara 

Sambara berawal dari pemikiran para founder yang mempunyai pandangan bahwa kuliner adalah suatu seni yang bisa memberikan kepuasan kepada setiap orang. Masakan Sunda yang menjadi pilihan untuk dikemas dalam penyajian yang sangat memperhatikan nilai-nilai etnis budaya tetapi untuk bisa dinikmati oleh masyarakat modern.

SAJIAN SUNDA SAMBARA ingin memperkenalkan seni dan budaya Sunda secara menyeluruh melalui masakan, gaya, etika dan tingkah laku dalam melayani para pelanggannya. Kami berharap agar para pelanggan kami dan masyarakat luas dapat menikmati kekayaan warisan budaya nenek moyang kita dalam bentuk masakan dengan cita rasa, penyajian serta atmosfir tradisional dengan sentuhan yang modern seiring dengan perubahan jaman.

Dengan suatu misi yang akan menjadi tolak ukur bagi kami, maka kami meletakkan hal tersebut sebagai suatu visi yang kami wujudkan sebagai hasil perenungan, pemikiran, usaha serta persembahan kami bagi masyarakat luas, demi mempertahankan dan memperkenalkan khasanah kekayaan budaya warisan nenek moyang berupa masakan dan makanan Sunda melalui SAJIAN SUNDA SAMBARA.

Hallo warga Serang dan para pecinta kuliner nusantara khususnya kuliner Sunda, kami hadir di kota Anda. Kami hadir dengan konsep Sambara Resto dengan kapasitas pengunjung sampai dengan 120 orang yang berlokasi di JL. KH Sulaeman No 33A Blok Kelapa Dua, Serang-Banten.

Kesiapan kami menuju pembukaan Sajian Sunda Sambara di kota Serang dapat terlhat dari diselenggarakannya Orientasi Staff Sambara Serang pada minggu ke-2 bulan Juni 2013 yang dihadiri oleh sekitar 35 orang peserta. Adapun sebagai pengisi materi ada Bapak Jaka Setia, Bapak Nurkhalis Fahmi, Bapak Dandi serta Ibu Arga yang semuanya berasal dari Sambara Corporate Bandung. Kegiatan ini pun dihadiri langsung oleh pemilik Sajian Sunda Sambara Serang.

Orientasi staff Sajian Sunda Sambara Serang
Materi yang disampaikan berupa pengetahuan tentang pelayanan, company profile Sajian Sunda Sambara, serta yang paling penting adalah pengetahuan tentang 9 budaya Sunda yang merupakan dasar sikap yang harus dimiliki oleh setiap staff dari Sajian Sunda Sambara.

Sekali lagi, Sajian Sunda Sambara akan hadir di kota Serang dengan pelayanan yang mengutamakan personal touch dengan sentuhan perpaduan budaya Sunda yang lemah lembut dan keprofesionalan modern yang kental dengan prinsip katuangan teh lir ibarat seni anu dinikmati sareng tiasa nyumponan ka satiap salira (makanan itu ibarat seni yang bisa dinikmati dan juga bisa memenuhi kepuasan ke setiap manusia). 

www.sajiansambara.com

Cilok Makanan Makanan Rakyat Khas Jawa Barat

Cilok (singkatan dari Aci dicolok) adalah sebuah makanan rakyat khas Jawa Barat yang berasal dari Indonesia yang terbuat dati tepung Kanji (aci dalam bahasa sunda) yang kenyal dengan di tambahkan bumbu pelengkap seperti sambal kacang, Kecap,dan Saus. 

Cilok bentuknya bulat-bulat seperti bakso, hanya saja berbeda bahan dasarnya. 



Terdapat Telur atau cincang daging di dalamnya, karena terbuat dari bahan dasar tepung kanji maka cilok jika dimakan rasanya kenyal. Tak hanya disukai oleh anak-anak, pada zaman modern ini ternyata hapir semua orang menyukai cilok, seperti para mahasiswa dan orang tua.

Tak hanya menjadikan sebagai makanan ringan yang enak, Cilok juga dapat menjadi sebuah peluang usaha. Rata-rata pedagang cilok adalah pedagang kaki lima yang sering berpindah-pindah dan rata-rata berjualan di daerah strategis seperti Sekolah, Kampus, dan Pabrik-pabrik. 

Untuk memulai usaha ini sebenarnya tidaklah rumit. Anda tinggal menyiapkan bahan baku, antara lain: tepung kanji, bumbu bawang dan teman-temannya, lalu campur dengan daging ayam atau sapi; pencampuran tentunya menggunakan air, selanjutnya direbus dan dibentuk bulat-bulat kecil seperti pentol bakso

Kolak Biji Salak

Mungkin anda akan bertanya, kolak kok pake biji salak, emang bisa? Ya bisa donk, hehe. Kolak biji salak selain rasanya nikmat juga termasuk sebagai salah satu makanan yang unik karena walaupun namanya biji salak tapi bahan bakunya bukan benar-benar biji salak, hehe

Menu kolak memang identik sebagai menu buka puasa, nah bagi anda yang sering menjalankan ibadah puasa baik itu puasa senin-kamis, puasa nadzar atau puasa wajib di bulan Ramadhan bisa anda coba membuat menu masakan Kolak Biji Salak sebagai sajian spesial yang akan menemani waktu berbuka anda. 


Daripada penasaran, mari kita langsung buat aja yukk.

Bahan-bahannya sebagai berikut :
  • ubi merah, 500 gram
  • tepung tapioka, 200 gram
  • 300 ml santan kental
  • gula merah, 250 gram
  • 3 sendok makan gula pasir
  • daun pandan, 2 lembar
  • garam secukupnya
  • air secukupnya
Cara Membuat Kolak Biji Salak

1. Pertama-tama, ubi dikupas, bersihkan dan dipotong-potong sesuai selera kumdian kukus.
2. Ambil ubi kemudian haluskan dengan tepung tapioka dan sedikit garam sambil terus di uleni. Setelah itub bentuk adonan bulat-bulat.
3. Rebus air hingga panas dalam panci dan masukan adonan biji salak yang telah dibentuk tersebut.
4. Setelah terlihat mengembang, angkat dan tiriskan.
5. Siapkan 1 liter air kemudian rebus dengan gula merah, gula pasir, daun pandan dan sedikit garam. Setelah mendidih masukan biji salak tadi.
6. Untuk membuat kuahnya, siapkan santan. Masak santan dengan garam dan selembar daun pandan. Aduk-aduk sampai rata. Jangan sampai santan pecah.
7. Tuang kuah biji salak beserta isinya ke dalam mangkuk saji. Tambahkan potongan agar-agar dan santan kental. Sajikan hangat.

Selamat mencoba

Dapoer Khas Nusantara

Ramaloka – Ingin menyantap hidangan nusantara yang kental dengan nuansa pedesaan? Dapoer khas Nusantara bisa jadi pilihan paling pas. Karena, rumah makan yang berlokasi di Jalan KH Abdul Hadi, Warung Pojok, Kota Serang, ini menyediakan menu-menu unggulan khas nusantara.

Tak hanya makanan khas nusantara, di Dapoer Khas Nusantara, pengunjung juga akan dimanjakan dengan nuansa nusantara, persisnya nuansa pedesaan.

“Tujuannya kami ingin pelanggan nyaman dan betah,” kata Sutiyanto, pemilik rumah makan tersebut saat ditanya alasan pemilihan konsep interior dirumah makannya itu, Saat Talkshow di Ramaloka. Nuansa pedesaan juga tampak dari ditempatkannya gazebo atau gubuk serta ruang makan lesehan.

Terkait makanan, Sutiyanto mengatakan, menu yang ditawarkan dirumah makan yang merupakan cabang dari rumah makan yang sama di kawasan Bintaro, Jakarta, tersebut, memiliki beragam jenis masakan khas nusantara, seperti dari Betawi, Sunda dan Jawa Timur,ada Seafood,masakan tradisional,Sop Buntut,Sop Ikan,Ayam Penyet,Rujak Cingur,Soto,Karedok

“Kami mengolahnya menjadi khas rumah makan kami,” kata Sutiyanto sambil merinci menu-menu yang disediakan. Menu-menu yang kini menjadi unggulan dan menjadi favorit pelanggan itu seperti nasi timbel Solo, ikan kembung pesmol, iga bakar khas Dapoer, dan rujak cingur Surabaya.


Ditanya mengenai harga, Sutiyanto mengatakan, harga menu makanan di rumah makan tersebut relatif terjangkau, yakni berkisar antara Rp28.000  sampai Rp32.500. “Sekarang, sebagai program perkenalan, karena kami baru buka satu bulan ini, kami akan memberikan bingkisan bagi minimum order Rp100.000,” pungkasnya.






Di Ambil Juga Sumbernya Dari Banten Pos.

Pecel Lele Lela

Pecel Lele Lela - “Selamat Pagi, Selamat Datang di Pecel Lele Lela” begitulah sapaan yang di ucapkan seluruh karyawan di warung Pecel Lele Lela setiap kali menyambut pengunjung datang. Selalu pagi di Lele Lela, itulah kesan yang timbul saat menikmati hidangan lele (si hitam berkumis yang licin) di warung ini, karena walaupun siang atau malam hari, pengunjung akan tetap di sambut dengan sapaan selamat pagi.

Pecel Lele Lela telah mengantongi penghargaan sebagai usaha mengenalkan lele paling inovatif dari Kementrian Perikanan dan Kelautan RI, sekaligus mendorong peningkatan konsumsi ikan.


Lele yang digunakan sebagai bahan baku di Pecel Lele Lela adalah lele segar yang didatangkan langsung dari peternakan lele yang sudah mempunyai kemitraan dengan Pecel Lele Lela sehingga standarisasi bahan baku tidak diragukan lagi. Rata-rata satu gerai bisa menghabiskan 40-50 kg lele. Ukuran yang digunakan 1kg berisi sekitar enam ekor. 

Jenis lele yang digunakan yaitu lele sangkuriang yang dikembangkan Institut Pertanian Bogor (IPB). Keunggulannya, lele sangkuriang sudah bisa diternakkan di kolam terpal, Patilnya tidak berbahaya bagi tubuh manusia, tulangnya lebih kecil, dan dagingnya lebih kenyal. Selain itu, metode penggorengan ikan lele di Lele Lela menggunakan mesin khusus sehingga dapat menjadi atraksi tersendiri bagi setiap pengunjung yang datang.

Rangga Umara pemilik Pecel Lele Lela memulai usahanya  pada tahun 2006. Dengan modal awal sebesar Rp3 juta, Rangga mulai melakukan inovasi pada ikan lele dan mengenalkan berbagai menu masakan lele kreasinya yang ternyata disukai dan banyak peminatnya. Saat ini Pecel Lele Lela telah mempunyai 23 cabang di Jabodetabek dan Bandung. 

Meskipun baru berusia 31 tahun, Rangga sudah bisa menghasilkan omzet senilai Rp 1,8 miliar per bulan dari usahanya tersebut. Usaha tersebut menurut Rangga dikembangkan melalui tiga cara yaitu milik sendiri, waralaba (franchise), dan joint venture. Setelah berdiri di beberapa kota di Indonesia, Rangga sudah menyiapkan rencana membuka Pecel Lele Lela di Penang, Singapura, dan Jeddah.

Sejarah Pecel Lele Lela

Merek Pecel Lele Lela merupakan singkatan dari Pecel Lele Lebih Laku. Pecel Lele Lela didirikan sejak tahun 2006, berawal dari sebuah ide untuk mengembangkan usaha makanan. Rangga Umara memilih Pecel Lele karena pasarnya yang sudah sangat luas dan sudah dikenal diseluruh Indonesia. Yang terpenting, usaha pecel lele selalu eksis dimana-mana dan tidak pernah mengenal krisis, hal ini disebabkan oleh bahan baku lele yang mudah di dapat dan margin penjualannya yang sangat tinggi.

Pecel Lele Lela sempat mendapat teguran dari Starbucks Coffee (kedai kopi internasional milik Amerika) yang menyatakan keberatan perihal “logo” Pecel Lele Lela yang mirip dengan logo Starbucks, tapi akhirnya masalah tersebut dapat di selesaikan secara damai (Mediasi).
Pecel Lele Lela yang pertama dan satu-satunya memberikan nilai tambah pada usaha pecel lele, sehingga Pecel Lele Lela sangat Optimis dan Yakin Pecel Lele Lela akan menjadi Pionir serta Pemimpin pasar usaha pecel lele modern di Indonesia. Sesuai mottonya, “Bersama Kami PECEL LELE AKAN MENDUNIA”

VISI & MISI

Visi
  • Menjadi Brand Nasional dan Pemimpin pasar usaha pecel lele modern di Indonesia
  • Menjadi Brand Nasional kebanggaan Indonesia, dan memberikaan manfaat yang seluas-luasnya bagi seluruh masyarakat, mitra usaha dan karyawan
  • Membawa makanan tradisional khas Indonesia pada dunia internasional
Misi
  • Menyediakan berbagai variasi produk hidangan lele yang enak dan unik
  • Memberikan kualitas pelayanan yang sangat baik, dengan mengutamakan QSV = Quality, Service & Value
  • Senantiasa berinovasi dan meningkatkan kualitas pelayanan untuk memaksimalkan kepuasan pelanggan dan mitra usaha
Sensasi Makan Lele

Keunikan dan Keistimewaan Pecel Lele Lela dapat dilihat dari varian menu Lele yang disajikan, dan pencitraan warna pada ruangan yang merupakan perpaduan warna hijau cerah dan kuning untuk menciptakan suasana yang “fresh”, juga sapaan “Selamat Pagi” dari seluruh karyawan di Pecel Lele Lela. Selain itu, untuk pengunjung yang bernama Lela (tanpa sambungan apapun) bisa “Makan Gratis Seumur Hidup” di Pecel Lele Lela. Tidak hanya pemilik nama Lela, pengunjung yang sedang berulang tahun juga bisa “Makan Gratis” di Pecel Lele Lela, hanya dengan menunjukan KTP atau Tanda Pengenal lainnya.

Menu yang disajikan di Pecel Lele Lela sangat beragam mulai dari Lele Original (standar sajian pecel lele seperti di warung-warung pinggir jalan), Lele Siram Saus (yaitu lele yang di goreng kering dan di siram beragam pilihan saus), Lele Goreng Tepung, sampai Lele Fillet (Lele tanpa tulang, kepala, dan buntut yang disajikan dengan beragam pilihan sambal/saus/kuah).

Harganya cukup terjangkau untuk setiap porsi menu yang ditawarkan, ditambah dengan rasa dan tampilan menu lele yang istimewa, tak heran banyak pengunjung yang berdatangan. Menu yang menjadi favorit di warung ini adalah Lele Saus Padang (yang terkenal dengan sausnya yang merah menyala, pedas!), Lele Goreng Tepung(kremes) dan ayam bakar madu.

Sangat banyak metode yang dipakai pengusaha buat memikat kehadiran konsumen. Mereka menonjolkan keunikan tertentu buat menanamkan kesan yang kuat di benak pelanggan. Lebih-lebih, bermacam motif promosi serta diskon ikut ditawarkan.
Perhatikan saja metode unik yang ditampilkan Pecel Lele Lela. Pemiliknya tidak sekadar mengandalkan cita rasa masakannya. Tiap pembeli yang memakai nama Lela diberi makan gratis seumur hidup. Bayarnya cukup sambil menunjukkan kartu tanda penduduk (KTP) ke kasir. Jadilah, hidangan aneka rasa ikan lele siap dimakan tanpa harus membayar sepeser pun.

Strategi promosi yang unik inilah yang diterapkan Rangga Umara (32 tahun), pemilik Pecel Lele Lela buat mengikat hati pembeli. Trik ini terbukti efektif buat promosi gratis dari mulut ke mulut. Tiap pembeli yang datang pasti bakal menceritakannya ke keluarga, saudara, serta teman yang mempunyai nama Lela.





“Jadi ada cerita sendiri tiap mampir ke Pecel Lele Lela,” kata Rangga ketika Republika menyambanginya di salah satu outlet Pecel Lele Lela di Jakarta Timur, Rabu (7/12).
Tercatat telah 400 orang yang mempunyai nama Lela yang pernah menikmati pecel lele secara gratis di semua outlet Pecel Lele Lela. Nama “Lela” sendiri adalah akronim mengenai ‘lebih laku’ yang merupakan moto Pecel Lele Lela. Moto yang menjadi semangat untuk selalu optimistis dan berpikir positif dalam mengembangkan bisnis.

Selain yang bernama Lela, pembeli yang tengah berulang tahun pun boleh makan gratis. Cukup menunjukkan KTP. Trik lainnya, Rangga juga membiasakan karyawannya mengucapkan salam selamat pagi kepada para pembeli, tak peduli saat itu waktunya siang, sore, dan malam.

Dengan begitu karyawan dan konsumen selalu termotivasi dan produk yang disediakan selalu segar, seperti segarnya suasana pagi hari. Perlakuan seperti itu membuat pembeli merasakan pengalaman yang berbeda setiap kali makan di sana. “Karena berbeda, kemudian kita dikenal. Pengalaman seperti ini memang sengaja dibangun dan ternyata efektif,” kata Rangga.

Bahkan ketika banyak restoran yang memajang foto artis yang datang, Rangga justru memajang foto-foto pengunjung yang datang ke rumah makannya. Strategi ini terbukti sukses membuat pelanggan betah.

Strategi unik bahkan cenderung berani “rugi” ini ternyata justru mendongkrak
penjualan dan bisnis Pecel Lele Lela. “Prinsipnya memberi manfaat yang sebesar-besarnya, bukan memanfaatkan orang yang sebesar-besarnya. Pasti keuntungan mengikuti,” kata ayah dari dua anak ini.

Rangga memulai bisnis kuliner Pecel Lele Lela sejak Desember 2006 sebelum terkena PHK dari jabatan manajer di sebuah perusahaan. Dengan modal nekat dia membuka usaha sendiri. Awalnya dia bingung mau bisnis apa karena mencoba beberapa usaha kecil-kecilan tetapi selalu gagal.

Dia lantas memutuskan membuka usaha di bidang kuliner. Usaha yang bisa sukses dan bertahan, menurutnya, adalah usaha yang punya spesialisasi. Sehingga, pada usia 27 tahun, Rangga memutuskan berjualan pecel lele, makanan favoritnya sejak kuliah.

Dengan modal Rp 3 juta hasil menjual barang pribadi, seperti telepon genggam, parfum, dan jam tangan, Rangga mulai berjualan pecel lele menempati warung semipermanen berukuran 2×2 meter persegi di pinggir jalan di daerah Pondok Kelapa, Jakarta Timur. Berbeda dari warung pecel lele di kaki lima yang umumnya bertenda biru dan berspanduk putih, warungnya didesain unik.

Tapi awalnya, desain unik tak membantu penjualan. Tiga bulan pertama, hasil penjualan selalu minus. Tak satu pun pembeli datang.  Sampai suatu hari, Rangga memilih pindah tempat yang lebih strategis, masih di daerah yang sama. Bulan pertama buka usaha, mulai tampak hasilnya. Pembeli mulai berdatangan.

Rangga berusaha menonjolkan kelebihan lele yang terletak pada dagingnya yang lembut dan gurih. Untuk menutupi kekurangan tampilan fisik lele yang kurang menarik, lelenya dibaluri tepung lalu digoreng. Menu lele yang disediakan pun makin beragam, antara lain lele goreng tepung, lele fillet kremes, dan lele saus padang. Tiga menu inilah yang menjadi andalan Pecel Lele Lela, bahkan jadi favorit pembeli hingga kini.

Setelah berkali-kali jatuh bangun merintis Pecel Lele Lela, akhirnya Rangga mulai mereguk manisnya madu berbisnis kuliner. Usahanya kian menanjak, terutama setelah banyak orang tertarik menjadi pewaralaba Pecel Lele Lela. Atas permintaan banyak orang, sejak 2009 Pecel Lele Lela mulai diwaralabakan. Meski awalnya permintaan waralaba hanya berasal dari Jabodetabek, kini mulai merambah ke daerah, di antaranya Bandung, Yogyakarta, Karawang, dan Purwokerto.

Saat ini sudah terdapat 42 cabang Pecel Lele Lela di Indonesia dengan omzet mencapai Rp 4,8 miliar dan mempekerjakan 600 karyawan. Di usia yang demikian muda, Rangga berambisi terus mengembangkan bisnis kuliner cepat saji asli Indonesia ini ke seluruh daerah. Bahkan, sudah ada permintaan waralaba dari orang-orang Indonesia yang tinggal di Jeddah, Penang, Kuala Lumpur, dan Singapura. “Nantinya Lela Sedunia bisa makan gratis,” seloroh Rangga.


  














Menu Lele:
  • Lele Goreng Tepung Rp 12.000,-
  • Lele Saus Padang Rp 12.000,-
  • Lele Fillet Lada Hitam Rp 15.000,-
  • Lele Fillet Goreng Tepung Rp 12.000,-
  • Lele Fillet Kuah Tom Yam Rp 15.000,-
  • Lele Original Rp 10.000,-

Menu Lainnya:
  • Ayam Bakar Madu Rp 12.000,-
  • Ayam Saos Padang Rp 12.000,-
  • Cah Kangkung Tauco Rp 6.000,-
  • Tumis Tauge Rp 7.000,-
  • Perkedel Kentang Rp 6.000,-
  • tempe/tahu Rp 1.500,-
  • nasi putih Rp 3.500,-
Ada lagi yang unik di Pecel Lele Lela. Saat makan di Pecel Lele Lela, jangan lupa mengabadikannya dengan kamera. Karena ada program Ekspresi Makan Lele. Di mana, foto yang terpilih akan mendapat hadiah berupa kaos yang juga dipakai oleh para pramusaji di Pecel Lele Lela. Upload foto Anda di Facebook lalu tag ke akun facebook Pecel Lele Lela yang memiliki alamat email pecellelelela@gmail.com.
Saran dan Pengaduan Outlet Pecel Lele Lela: (021) 70 463 463

Berikut Alamat “Pecel Lele Lela” di beberapa wilayah:

Pecel Lele Lela (Pusat)
Jalan Raya Kalimalang Blok A Nomor 5-7
Kali Malang, Jakarta Timur
Telp. (021) 70463463

Pecel Lele Lela
Jl. Raya Serpong
Tangerang, Banten
Telp. (021) 44779888

Pecel Lele Lela
Jl. Rusa Raya No.45
Cikarang Baru
Jababeka

Pecel Lele Lela
Jl. Margonda Raya No. 168
Margonda, Depok
Telp. 62-21-94900578

Pecel Lele Lela
Jl. Jend. Sudirman No.22-6
Bogor, Jawa Barat
Telp. (0251) 970 6060

Pecel Lele Lela
Jl.surya soemantri  17 B
Bandung, Jawa Barat

Pecel Lele Lela
Jl. Kapten Pierre Tendean No. 12D
Mampang Prapatan
Jakarta

Pecel Lele Lela
Jl. Sukabumi No. 11
Karawang
Telp. (0267) 9231921-9027978

Pecel Lele Lela
Jl.KH.A Fatah Hasan No.65
Serang Banten
Telp. (0254) 227 227 

Menu Buka Puasa - Es Jagung Manis




















Bahan :
  • 2 buah jagung manis
  • 500 ml santan kental
  • 75 gram gula pasir
  •  Es puter / ek krim rasa vanila secukupnya
  • ½ sdt garam
  • 1 buah kelapa muda yang dikeruk daging buahnya
  • 1 lembar daun pandan yang dipotong-potong
Cara Membuat :
  1. Pertama, kita iris bulir jagung sampai menjadi pipilan.
  2. Selanjutnya, rebus sampai jagung matang. Angkat lalu tiriskan.
  3. Kemudian nyalakan kompor dan masak santan, gula pasir, garam dan daun pandan sampai mendidih.
  4. Masukkan juga jagung rebus. Masak sebentar, kemudian angkat. Dinginkan.
  5. Setelah dingin, buang daun pandan dari rebusan.
  6. Untuk penyajian, isi gelas saji dengan es krim. Lalu sendokkan jagung bersantan ke dalamnya. 
  7. Beri juga daging kelapa muda dan tambahkan beberapa sendok es krim lagi di atasnya.

Minuman Buka Puasa Segar - Es Bola Buah Selasih

















Bahan:
  • 200 gr semangka
  • 200 gr melon
  • 200 gr blewah
  • 2 sendok teh selasih
  • 500 ml santan encer dengan air matang (jangan direbus)
  • Sirup gula/syrup vanilli
  • Es batu secukupnya
Cara membuat:
  1. Rendam selasih dalam air panas selama 3 menit, tiriskan
  2. Potong semangka, melon dan blewah dengan cetakan/pemotong buah berbentuk bulat
  3. Tuang sirup gula/sirup vanilli dalam gelas
  4. Tata buah semanga, melon dan blewah di bagian atasnya dan tambahkan biji selasih di bagian paling atas
  5. Tambahkan es batu sesuai selera
  6. Siram dengan santan dan sajikan dingin sebagai minuman buka puasa yang segar (untuk 4 porsi)

Jojorong Khas Banten

Kita tahu bahwa alam Indonesia ini amat kaya. Memiliki  33 Propinsi sebagai tempat tinggal  ribuan etnis yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Tentu kebesaran ini dilengkapi oleh khasanah kuliner yang takan pernah habis ceritanya walau terus di gali.

Dan tiap dapur dari suku bangsa pasti punya resep masakan atau kue yang melibatkan gula aren ( arenga palm sugar) atau gula merah. Bahan yang terbuat dari nira pohon palem-paleman seperti aren, kelapa dan siwalan yang kebetulan tumbuh subur di Indonesia ini tak hanya berfungsi sebagai pemanis tapi juga pewarna.

Kemarin saya menemukan kue yang melibatkan gula merah lagi. Kali ini khas Banten, disebut Jojorong dan disajikan di rumah teman saat main kesana.

Terbuat dari tepung beras yang dimasak bersama santan. Setelah matang di taruh dalam wadah daun pisang dan dibawahnya diberi gula aren cair (arenga liquid palm sugar). Setelah itu di kukus.

Suka sekali pada rasa Jojorang ini. Lembut dan gurih. Saat disendok lelehan gula aren cairnya ikut menyeruakan aroma santan dan daun pisang dari si pembungkus.

BAHAN :
• tepung kanji 1/2 ons
• tepung beras 2 ons
• gula merah, serut 21/2 ons
• air daun suji dan pandan 50 cc
• santan encer 750 cc
• garam secukupnya


TUTUP :
• tepung kanji 2 sendok makan
• santan kental dari 1 kelapa 200 cc


CARA MEMBUAT JOJORONG :
• Jadikan satu tepung beras, tepung kanji, garam dan air suji sampai benar-benar tercampur merata.
• Sediakan mangkok plastik kecil atau takir daun pisang.
• Taruhlah gula merah dan mangkok, lalu tuangi bahan bawah (hijau) sampai tiga perempat,
lalu kukuslah sampai matang.
• Disamping itu buatlah bahan atas atau tutup : Campurlah semua bahan sampai merata.
Setelah itu tuangkan ke atas adonan hijau.
Sesudah itu kukuslah lagi lebih kurang 5 menit atau sematangnya
 
RAMALOKA FM : Jl. Mayor Syafe'i No. 66B, Serang Banten Tel: +62 254 203936
Copyright © 2011. Ramaloka FM Serang - All Rights Reserved